Samakah Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini?

Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi DiniSamakah Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini? – Banyak orang yang beranggapan bahwa disfungsi ereksi dan ejakulasi dini adalah dua hal yang sama, namun pada kenyataannya disfungsi ereksi dan ejakulasi adalah 2 hal yang sangat jelas berbeda. Dengan banyaknya pemberitaan media yang menyebutkan bahwa disfungsi ereksi bisa disembuhkan. Hal ini membuat pria yang mengalami masalah seksual lebih berani memeriksakan kondisinya pada dokter. Tapi, setelah pria itu diperiksa ternyata dia bukan mengalami disfungsi ereksi, melainkan ejakulasi dini.

Apa Perbedaan Antara Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini?

Menurut dokter ahli urologi dari Rumah Sakit ASRI, Dr.dr. Nur Rasyid, SpU, menjelaskan bahwa ejakulasi dini bukan termasuk gangguan disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria untuk ereksi dan terjadi selama tiga bulan lebih dan berlangsung secara terus menerus. Sedangkan ejakulasi dini adalah kondisi pria yang tidak mampu mempertahankan ereksinya karena cairan sperma sudah keluar dari penis. Ejakulasi dini bisa terjadi sesaat setelah penetrasi atau bahkan sebelum penetrasi. Jadi antara disfungsi ereksi dan ejakulasi dini jelas sangatlah berbeda.

Ejakulasi dini lebih banyak terjadi akibat faktor psikologis, sedangkan disfungsi ereksi disebabkan oleh kondisi medis seperti penyakit diabetes mellitus, kolesterol tinggi, gangguan fungsi ginjal, hipertensi, serta pola hidup tidak sehat. Untuk penanganan pada disfungsi ereksi dan ejakulasi dini hampir mirip karena merupakan penyakit yang sama-sama bersumber pada masalah kesehatan seksual pria.

Pria yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual memang biasanya sering mengalami ejakulasi dini. Ini adalah hal yang wajar, namun sebaiknya pasangan tidak terlalu mencemoohnya karena bisa berpengaruh pada kondisi psikologis pria.

Ejakulasi dini pada umumnya juga lebih sering terjadi pada pria muda atau remaja. Saat masih muda, pria umumnya memiliki kadar hormon testosteron yang masih sangat tinggi. Kondisi ini menyebabkan mereka mudah terangsang dan mudah mengalami ejakulasi.

Apa Itu Disfungsi Ereksi

Sedangkan disfungsi ereksi biasanya lebih banyak dialami oleh pria yang sudah berusia di atas 40 tahun. Selain faktor pertambahan usia dan pola hidup, menurunnya hormon testosteron juga membuat mereka secara alami kurang sensitif terhadap rangsangan. Akibatnya, penis pun akan menjadi sulit ereksi.

Kemungkinan adanya dua kondisi ini menurut Dr Rasyid baru bisa terdeteksi setelah melakukan hubungan intim dengan pasangan sah. Setelah dirasakan adanya hal yang tak wajar, pria sebaiknya segera kontrol ke ahli urolog. Karena disfungsi ereksi dan ejakulasi dini bisa mempengaruhi hubungan seksual bersama pasangan dan mempengaruhi kehamilan.

Pria dengan disfungsi ereksi yang berat sama sekali tidak dapat melakukan penetrasi. Begitu pula dengan pria yang mengalami ejakulasi dini berat tidak dapat membuahi sel telur istri karena sperma keluar sebelum penetrasi. Kedua kondisi ini tidak akan menyebabkan terjadinya kehamilan karena tidak ada pembuahan.

Disfungsi ereksi dan ejakulasi dini tidak hanya membuat pria menjadi tertekan dan stress. Istri pun turut merasa kecewa karena pasangannya tidak mampu memuaskan saat berhubungan seks. Oleh karena itu, kedua masalah ini harus benar-benar disembuhkan.

Ada solusi alami yang bisa Anda lakukan untuk menyembuhkan ejakulasi dini dan difungsi ereksi. Yakni dengan menggunakan obat tahan lama dengan bahan herbal. DureVel adalah obat tahan lama dari bahan herbal yang memiliki khasiat tinggi dalam mendongkrak gairah seksual dan memperlancar aliran darah sehingga obat ini mampu mengatasi masalah ejakulasi dini. Selain itu, obat spray DureVel juga memiliki khasiat menguatkan otot di sekitar penis sehingga membuat ereksi Anda kuat dan tahan lama. DureVel adalah produk obat tahan lama herbal alami yang bisa Anda gunakan hanya sebagai obat luar dan bukan untuk diminum.

Untuk Informasi Pemesanan Silahkan Hubungi Customer Service kami Via Telephone, SMS,  BBM, WA Dan Email